Kudus, 8 November 2026 – Tiga pebulu tangkis muda Indonesia mendapatkan apresiasi berupa bonus setelah berhasil meraih gelar juara pada BWF World Junior Championships 2026. Ketiga atlet tersebut adalah Radithya Bayu Wardhana, Muhammad Luthfi Habibi, dan Dian Ramadhani Mukti yang sukses mempersembahkan dua medali emas bagi Indonesia. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan penghargaan dengan total nilai Rp200 juta kepada para atlet beserta tim kepelatihan. Penyerahan apresiasi berlangsung di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/11/2026).
Prestasi membanggakan tersebut diraih dalam World Junior Championships 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, pada 5–17 Oktober 2026. Radithya Bayu Wardhana berhasil merebut gelar juara tunggal putra setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, pada pertandingan final. Duel berlangsung sengit selama tiga gim sebelum Radithya memastikan kemenangan dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8. Keberhasilan tersebut terasa istimewa karena menjadi gelar juara dunia junior pertama yang diraih Radithya pada penampilan debutnya.
Sementara itu, pasangan ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti juga mencatatkan pencapaian gemilang. Keduanya berhasil menaklukkan pasangan China, Feng Yi Lang dan Li Meng Han, melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 17-15, 8-15, dan 16-14. Pertandingan tersebut menuntut konsentrasi tinggi, terutama ketika kedua pasangan bersaing memperebutkan poin penting pada gim penentuan. Keberhasilan Luthfi dan Dian sekaligus memastikan Indonesia membawa pulang dua gelar juara dari nomor perorangan.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet muda yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Ia berharap gelar juara dunia junior menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan sebelum memasuki persaingan level senior. Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya pembinaan atlet secara konsisten sejak usia dini. Terlebih, Radithya dan Dian merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum yang selama ini menjadi salah satu program pencarian bakat bulu tangkis nasional.
Dari total bonus Rp200 juta yang disiapkan, Radithya Bayu Wardhana menerima penghargaan sebesar Rp45 juta atas keberhasilannya menjuarai tunggal putra. Pasangan Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti mendapatkan apresiasi senilai Rp60 juta untuk gelar ganda campuran. Sementara itu, manajer tim Eskar Denantara memperoleh Rp25 juta, disusul kepala pelatih tunggal putra Wiempie Mahardi dan kepala pelatih ganda campuran Muhammad Rijal yang masing-masing menerima Rp25 juta. Dua asisten pelatih, Ihsan Maulana Mustofa dan Hendra Mulyono, juga memperoleh bonus masing-masing Rp10 juta sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
Radithya mengaku sangat bersyukur karena mampu langsung menjadi juara pada penampilan pertamanya di kejuaraan dunia junior. Atlet kelahiran Tanjung Pinang tersebut menyebut pertandingan melawan Fardhan tidak mudah karena sebelumnya beberapa kali mengalami kekalahan dari lawan yang sama. Namun, pengalaman pertemuan terdahulu membantunya mempersiapkan strategi yang lebih matang. Di sisi lain, Luthfi dan Dian menilai kesiapan mental, komunikasi, serta kemampuan menjaga fokus menjadi faktor penting dalam keberhasilan mengalahkan pasangan China pada partai final.
Pemberian bonus kepada tiga juara World Junior Championships 2026 menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan bulu tangkis Indonesia. Prestasi Radithya, Luthfi, dan Dian menunjukkan bahwa atlet muda nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pemain terbaik dari berbagai negara. Djarum Foundation berharap penghargaan tersebut dapat memberikan semangat tambahan bagi para pemain dan tim pelatih untuk terus meningkatkan prestasi. Keberhasilan di tingkat junior juga diharapkan menjadi fondasi menuju persaingan internasional yang lebih ketat pada level senior. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang untuk terus melahirkan generasi pebulu tangkis berprestasi di masa mendatang.