Jakarta, 7 September 2026 – Polisi menangkap seorang pria berinisial NJ yang diduga terlibat dalam penjambretan ponsel milik seorang warga negara India di Jalan Gondangdia III, Menteng, Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat dan Resmob Polsek Menteng pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. Polisi bergerak setelah menerima laporan mengenai ponsel Samsung S25 milik korban yang dirampas oleh dua orang berboncengan sepeda motor. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan petunjuk di lokasi kejadian serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV. Hasil penelusuran tersebut kemudian mengarah kepada NJ yang ditemukan di wilayah Jakarta Pusat. Sementara seorang pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut masih dalam pengejaran.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan peristiwa penjambretan terjadi pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Korban merupakan perempuan warga negara India berinisial GR yang saat itu sedang berjalan kaki di kawasan Menteng. Ia berangkat dari Hotel Horison Ultima Menteng menuju Kuil Mangala Vinayaka Ganesha di kawasan Cikini. Dalam perjalanan, korban memegang ponsel Samsung S25 berwarna abu-abu. Dua orang menggunakan satu sepeda motor kemudian mendekati korban dan merampas ponsel tersebut secara paksa. Setelah mendapatkan barang milik korban, keduanya langsung melarikan diri sebelum sempat dihentikan.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan korban menangis dan panik beredar luas di media sosial. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi terlihat menghampiri korban dan berusaha menenangkannya setelah kejadian. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian sehingga penyelidikan dapat segera dilakukan. Ponsel Samsung S25 yang dibawa pelaku diperkirakan bernilai sekitar Rp18,6 juta. Karena kejadian berlangsung cepat, korban tidak sempat mengenali secara lengkap identitas kendaraan maupun nomor polisi sepeda motor yang digunakan kedua pelaku. Kondisi tersebut membuat rekaman CCTV dan petunjuk lain di sekitar tempat kejadian menjadi bagian penting dalam proses identifikasi.
Polsek Metro Menteng sebelumnya telah mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima informasi mengenai kasus tersebut. Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan petugas melakukan pengecekan lokasi sekaligus mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi pelaku. Penyelidikan kemudian diperluas dengan melibatkan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Petugas menelusuri sejumlah petunjuk yang ditemukan di lapangan dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar jalur yang diduga dilewati pelaku. Informasi dari korban juga digunakan untuk mencocokkan ciri-ciri orang maupun kendaraan yang terekam. Rangkaian penyelidikan tersebut akhirnya menghasilkan identifikasi terhadap salah satu orang yang diduga terlibat.
Kurang dari dua hari setelah kejadian, polisi berhasil mengamankan NJ di wilayah Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB pada Minggu setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku. NJ selanjutnya dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami peran yang bersangkutan dalam rangkaian penjambretan tersebut, termasuk posisi NJ ketika aksi dilakukan bersama pelaku lainnya. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mengetahui ke mana ponsel korban dibawa setelah dirampas. Pengembangan tersebut diperlukan karena barang bukti utama berupa ponsel Samsung S25 milik korban belum ditemukan dalam penangkapan awal.
Sejumlah barang telah diamankan polisi untuk kepentingan pemeriksaan. Barang tersebut antara lain rekaman CCTV, helm, pakaian, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan ketika aksi penjambretan dilakukan. Seluruh barang akan dicocokkan dengan rekaman maupun keterangan yang diperoleh selama proses penyelidikan. Sepeda motor menjadi salah satu barang penting karena dua pelaku diketahui menggunakan kendaraan tersebut ketika mendekati korban. Helm dan pakaian juga dapat digunakan untuk membantu mencocokkan identitas orang yang terlihat dalam rekaman kamera pengawas. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan hubungan setiap barang dengan tindak pidana yang sedang ditangani.
Penyelidikan belum selesai setelah penangkapan NJ karena polisi masih memburu satu orang lainnya yang diduga ikut melakukan penjambretan. Berdasarkan keterangan awal korban, terdapat dua orang yang berboncengan sepeda motor ketika ponselnya dirampas. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menerima atau menguasai barang hasil kejahatan tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menemukan kembali ponsel korban sekaligus mengungkap keseluruhan rangkaian perkara. Identitas maupun lokasi pelaku kedua belum diumumkan secara terperinci karena proses pengejaran masih berlangsung. Kepolisian memastikan pengembangan tetap dilakukan berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh selama pemeriksaan.
Kasus tersebut menunjukkan pentingnya rekaman kamera pengawas dalam penyelidikan tindak pidana jalanan yang berlangsung dalam waktu singkat. Korban dalam kejadian ini tidak memiliki banyak kesempatan untuk memperhatikan identitas pelaku karena keduanya langsung meninggalkan lokasi setelah mendapatkan ponsel. Penelusuran CCTV kemudian membantu petugas memperoleh gambaran mengenai pergerakan dan ciri-ciri yang berkaitan dengan pelaku. Bukti visual tetap harus dikombinasikan dengan keterangan korban serta hasil penyelidikan lainnya sebelum digunakan dalam proses hukum. Polisi juga masih memeriksa NJ untuk memperjelas rangkaian kejadian dan keterlibatan pihak lain. Proses tersebut diharapkan dapat mengarahkan petugas kepada pelaku kedua sekaligus lokasi barang milik korban.
Kepolisian mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika membawa barang berharga di ruang publik. Telepon genggam yang digunakan sambil berjalan di tepi jalan dapat menjadi sasaran tindak kejahatan yang dilakukan dengan kendaraan bermotor. Warga dianjurkan memperhatikan lingkungan sekitar dan sebisa mungkin tidak memperlihatkan barang bernilai tinggi di lokasi yang memungkinkan pelaku mendekat dengan cepat. Apabila menjadi korban, masyarakat diminta segera mencari tempat aman dan melaporkan kejadian kepada petugas. Laporan yang cepat dapat membantu polisi memperoleh rekaman CCTV sebelum terhapus serta mengumpulkan keterangan saksi ketika informasi mengenai kejadian masih relatif lengkap. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan ketika berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan.
Penangkapan NJ menjadi perkembangan terbaru dari kasus penjambretan yang sebelumnya masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi kini memusatkan perhatian pada pengejaran satu pelaku lain, pencarian Samsung S25 milik korban, serta penelusuran pihak yang mungkin berkaitan dengan barang hasil kejahatan. Pemeriksaan terhadap barang bukti yang sudah diamankan juga terus dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara. Korban sebelumnya mengalami kerugian materi sekitar Rp18,6 juta setelah ponselnya dirampas ketika berjalan menuju tempat ibadah. Kepolisian memastikan penyelidikan tetap dikembangkan meskipun satu terduga pelaku telah berhasil diamankan. Penyelesaian kasus akan bergantung pada hasil pemeriksaan, penemuan barang bukti utama, dan keberhasilan petugas menemukan pihak lain yang diduga terlibat.