Jakarta, 18 September 2026 – Atlet wushu Indonesia Seraf Naro Siregar tak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah meraih medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Seraf tampil pada nomor taolu changquan putra di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu. Ia mengumpulkan nilai 9,720 dan menempati posisi ketiga dari 21 atlet yang bertanding. Hasil tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi medali pertama yang diperoleh kontingen Indonesia pada Asian Games 2026. Seusai pertandingan, Seraf mengungkapkan rasa syukur setelah melalui persiapan yang tidak mudah. Medali tersebut disebut memiliki arti sangat besar dalam perjalanan panjang kariernya sebagai atlet.
Seraf sebenarnya menghadapi kendala serius sekitar satu setengah bulan sebelum tampil di Asian Games. Ia mengalami gangguan pada bagian lutut yang membuat aktivitas latihan tidak dapat dilakukan dengan intensitas normal. Rasa nyeri terutama muncul ketika melakukan lompatan, tolakan dan pendaratan yang merupakan bagian penting dalam nomor taolu. Kondisi tersebut membuat porsi latihan teknik Seraf berkurang drastis menjadi sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Dalam kondisi normal menjelang pertandingan, latihan teknik dapat dilakukannya hingga sekitar 10 kali seminggu. Situasi itu membuat persiapannya lebih banyak diarahkan kepada pemulihan dan penguatan kondisi fisik.
Berbagai upaya dilakukan Seraf agar tetap dapat berangkat dan tampil maksimal di Jepang. Program pemulihannya mencakup latihan penguatan, terapi, tusuk jarum hingga shockwave therapy yang dilakukan secara rutin. Meski tidak memperoleh persiapan ideal, Seraf berusaha menjaga kepercayaan dirinya karena membawa nama Indonesia di Asian Games. Kerja keras tersebut akhirnya terbayar ketika ia mampu menjalankan rangkaian gerakan dengan baik saat pertandingan. Seraf bahkan menjadi atlet pertama yang tampil dan langsung memasang nilai tinggi 9,720. Catatan tersebut membuatnya sempat memimpin klasemen sementara hingga sejumlah pesaing berikutnya menyelesaikan penampilan.
Persaingan medali berlangsung sangat ketat hingga akhirnya dua atlet Makau berhasil menggeser posisi Seraf. Kuong Chi Hin merebut medali emas dengan nilai 9,723 atau hanya unggul 0,003 poin dari Seraf. Sementara Song Chi Kuan mendapatkan medali perak dengan nilai yang sama seperti Seraf, yakni 9,720, tetapi unggul berdasarkan komponen penilaian. Seraf memperoleh nilai 5,00 untuk kualitas gerakan, 2,720 pada keseluruhan penampilan dan 2,00 untuk tingkat kesulitan. Selisih yang sangat tipis tersebut menggambarkan ketatnya persaingan pada nomor changquan putra. Seraf mengaku lega karena tetap mampu mempersembahkan medali meski sebelumnya menghadapi keterbatasan latihan.
Momen emosional terlihat ketika Seraf berbicara mengenai arti medali Asian Games dalam perjalanan kariernya. Ia menyebut tampil di Asian Games saja sudah menjadi impian banyak atlet, terlebih berhasil berdiri di podium dan membawa pulang medali. Seraf mengaku telah mendedikasikan sebagian besar kehidupannya untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi besar seperti Asian Games. Perunggu di Aichi-Nagoya juga menjadi medali Asian Games keduanya setelah sebelumnya meraih perunggu pada nomor kombinasi daoshu dan gunshu di Hangzhou. Ia juga memiliki pengalaman meraih berbagai prestasi internasional, termasuk medali perak The World Games 2025. Namun, keberhasilan membuka perolehan medali Indonesia di Asian Games 2026 memberikan makna tersendiri baginya.
Medali Seraf sekaligus menjadi awal positif bagi perjuangan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya. Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan semangat kepada atlet Indonesia dari cabang olahraga lain yang masih menjalani pertandingan. Bagi Seraf, pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa periode cedera dan keterbatasan latihan tidak menghentikannya untuk bersaing di level tertinggi Asia. Ia berhasil menyelesaikan penampilannya tanpa kesalahan besar dan hanya terpaut sangat tipis dari medali emas. Perjuangan tersebut membuat rasa lega dan haru menyertai keberhasilannya berdiri di podium. Dari arena wushu, Seraf Naro akhirnya menjadi atlet yang membuka keran medali Indonesia pada Asian Games 2026.