Jakarta, 17 September 2026 – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengawali rangkaian Moto3 Austria 2026 dengan hasil cukup positif setelah menempati posisi kedelapan pada sesi latihan bebas pertama atau FP1. Pembalap Honda Team Asia tersebut mampu menjaga kecepatan untuk berada di kelompok 10 besar dalam sesi pembuka di Red Bull Ring. Hasil ini menjadi modal penting bagi Veda setelah menjalani akhir pekan yang cukup sulit pada seri sebelumnya di San Marino. Ia membutuhkan performa konsisten sejak sesi latihan untuk menemukan pengaturan motor yang tepat sebelum memasuki kualifikasi dan balapan utama. Persaingan berlangsung ketat karena para pembalap terus memperbaiki catatan waktu sepanjang sesi. Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish harus puas berada di posisi ke-18.
Veda datang ke Austria dengan membawa sejumlah evaluasi setelah hanya finis di posisi ke-18 pada balapan Moto3 San Marino. Pada seri tersebut, pembalap muda Indonesia itu juga harus memulai perlombaan dari barisan tengah setelah hasil kualifikasi yang kurang maksimal. Kondisi tersebut membuat sesi awal di Red Bull Ring menjadi kesempatan penting untuk membangun kembali ritme balap. Veda terlihat mampu beradaptasi dengan karakter lintasan Austria yang memiliki kombinasi trek lurus cepat dan zona pengereman keras. Posisi kedelapan menunjukkan dirinya dapat bersaing dengan kelompok depan sejak awal akhir pekan. Namun, hasil FP1 belum menentukan posisi start karena masih terdapat beberapa sesi berikutnya.
Red Bull Ring memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan Misano karena menawarkan sejumlah lintasan lurus dan tikungan dengan pengereman berat. Karakter tersebut membuat kemampuan akselerasi dan stabilitas motor ketika mengerem menjadi faktor penting. Pembalap juga harus mampu menjaga momentum ketika keluar dari tikungan agar tidak kehilangan waktu di sektor berikutnya. Bagi Veda, sesi FP1 menjadi kesempatan untuk mencari keseimbangan antara kecepatan dan kestabilan Honda yang digunakannya. Data yang diperoleh dari setiap putaran akan digunakan Honda Team Asia untuk menentukan pengaturan selanjutnya. Perubahan kecil pada motor dapat memberikan pengaruh besar karena selisih waktu antarpebalap Moto3 biasanya sangat rapat.
Berbeda dengan Veda, Hakim Danish mengakhiri sesi di posisi ke-18. Pembalap Malaysia tersebut belum mampu menunjukkan kecepatan terbaiknya meskipun sepanjang musim 2026 telah beberapa kali memperlihatkan performa kompetitif. Hakim bahkan telah mencatat kemenangan perdananya di kelas Moto3 pada musim ini sehingga tetap menjadi salah satu pembalap yang perlu diperhitungkan. Posisi ke-18 di FP1 belum menutup peluangnya untuk memperbaiki hasil pada sesi berikutnya. Perubahan kondisi lintasan dan pengaturan motor dapat membuat urutan pembalap berubah dengan cepat. Hakim masih memiliki kesempatan mengejar catatan waktu sebelum memasuki tahapan penentuan posisi start.
Persaingan Veda dan Hakim juga menarik karena keduanya berada berdekatan dalam klasemen sementara Moto3 2026 sebelum rangkaian Austria dimulai. Veda menempati posisi ketujuh dengan koleksi 97 poin, sementara Hakim berada tepat di belakangnya dengan 94 poin. Selisih hanya tiga angka membuat setiap hasil balapan memiliki pengaruh besar terhadap posisi keduanya. Veda membutuhkan tambahan poin untuk menjaga posisinya sekaligus mendekati pembalap yang berada di atasnya. Hakim di sisi lain memiliki peluang melewati Veda apabila mampu mendapatkan hasil lebih baik pada balapan Austria. Persaingan tersebut menambah daya tarik duel dua pembalap Asia di tengah ketatnya perebutan posisi klasemen.
Hasil FP1 juga memberikan sinyal positif bagi Veda setelah performanya mengalami pasang surut dalam beberapa seri terakhir. Sepanjang musim debutnya di Moto3, ia telah beberapa kali menunjukkan kemampuan bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman. Namun, konsistensi masih menjadi salah satu tantangan karena hasil bagus pada sesi latihan tidak selalu dapat dipertahankan hingga balapan. Karena itu, Honda Team Asia perlu memastikan Veda memperoleh pengaturan motor yang kompetitif untuk seluruh rangkaian akhir pekan. Strategi penggunaan ban dan kemampuan menjaga ritme dalam kelompok besar juga akan berpengaruh pada hasil akhir. Balapan Moto3 sering berlangsung rapat sehingga kesalahan kecil dapat menyebabkan kehilangan banyak posisi.
Setelah FP1, perhatian akan beralih menuju sesi Practice yang memiliki peran penting dalam menentukan jalur menuju kualifikasi. Para pembalap akan kembali mencoba meningkatkan catatan waktu sekaligus mempersiapkan kecepatan untuk balapan. Veda memiliki kesempatan mempertahankan momentum setelah membuka akhir pekan di posisi kedelapan. Hakim Danish sementara itu harus mengejar peningkatan setelah berada di urutan ke-18. Kondisi lintasan yang semakin bersih biasanya membuat catatan waktu dapat turun dibandingkan sesi pertama. Karena itu, posisi yang diperoleh pada FP1 masih sangat mungkin berubah secara signifikan.
Penampilan Veda di posisi kedelapan menjadi awal yang menjanjikan dalam rangkaian Moto3 Austria 2026. Hasil tersebut setidaknya menunjukkan pembalap Indonesia itu memiliki kecepatan untuk berada di kelompok depan pada tahap awal akhir pekan. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa ketika para rival mulai meningkatkan kecepatan pada sesi Practice dan kualifikasi. Hakim Danish juga masih memiliki peluang besar untuk bangkit dari posisi ke-18 karena perjalanan akhir pekan masih panjang. Persaingan keduanya semakin menarik dengan selisih hanya tiga poin di klasemen sementara. Hasil balapan di Red Bull Ring nantinya dapat kembali mengubah posisi kedua pembalap dalam persaingan Moto3 musim 2026.