Makassar, 29 Oktober 2026 – PT BYD Motor Indonesia mencatatkan penjualan kendaraan listrik sebanyak 46.700 unit sepanjang Januari hingga September 2026. Pencapaian tersebut disampaikan Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari, dalam kegiatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di Summarecon Mutiara Makassar, Sulawesi Selatan. Angka tersebut merupakan penjualan gabungan BYD Group yang mencakup merek BYD dan kendaraan premium di bawah grup perusahaan. Pramita menyampaikan bahwa peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan perusahaan di pasar otomotif nasional. Menurutnya, kehadiran BYD turut mempercepat penerimaan kendaraan berbasis energi listrik sebagai alternatif transportasi sehari-hari. Capaian selama sembilan bulan pertama 2026 juga menunjukkan semakin besarnya kontribusi kendaraan listrik dalam persaingan industri otomotif Indonesia.
ANTARA News
+1
Pramita menjelaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, penetrasi kendaraan listrik di pasar otomotif nasional masih berada di bawah satu persen sehingga penggunaannya relatif terbatas. Namun, pada 2026, menurut pemaparan perusahaan, proporsi kendaraan listrik telah melampaui 26 persen. Perubahan tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penerimaan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi serta semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia. Kehadiran berbagai model dengan karakteristik dan harga berbeda juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan mobilitas masing-masing. BYD melihat pertumbuhan tersebut sebagai indikasi bahwa kendaraan listrik mulai menjadi bagian penting dari perubahan industri transportasi nasional.
ANTARA News
+1
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, distribusi mobil merek BYD dari pabrikan kepada dealer mencapai 43.727 unit sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut menempatkan BYD pada posisi kelima dalam daftar merek dengan distribusi kendaraan terbesar secara nasional, dengan pangsa pasar sekitar 6,4 persen. Sementara itu, merek premium grup yang kini menggunakan nama Danza di Indonesia mencatatkan distribusi sekitar 3.009 unit pada periode yang sama. Perbedaan antara angka penjualan BYD secara individual dan total grup perlu diperhatikan karena keduanya memiliki cakupan merek yang berbeda. Data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan BYD tidak hanya berasal dari satu segmen kendaraan, tetapi juga didukung oleh penawaran produk pada kategori premium. Kehadiran dua kelompok produk memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen dengan kebutuhan, preferensi, dan kemampuan pembelian yang beragam.
GAIKINDO
+1
Pertumbuhan BYD juga terlihat dari performa penjualan bulanan yang semakin kompetitif dibandingkan sejumlah produsen otomotif yang telah lama beroperasi di Indonesia. Pada September 2026, distribusi kendaraan merek BYD mencapai 6.031 unit dan menempatkannya pada posisi ketiga dalam daftar merek mobil terlaris berdasarkan penjualan dari pabrikan kepada dealer. Toyota masih memimpin dengan distribusi 21.877 unit, sedangkan Daihatsu berada di posisi kedua dengan 11.558 unit. Pencapaian BYD pada bulan tersebut menunjukkan bahwa produsen kendaraan listrik mampu bersaing dalam volume distribusi dengan merek yang menawarkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Model BYD Atto 1 juga mencatatkan distribusi sebanyak 4.840 unit pada September dan menempati posisi teratas dalam daftar model mobil terlaris bulan tersebut. Perkembangan ini memperlihatkan perubahan preferensi sebagian konsumen Indonesia yang semakin mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan utama ketika membeli mobil baru.
Rmol.id
+1
Selain pertumbuhan penjualan di Pulau Jawa, BYD juga melihat peluang besar untuk memperluas pasar kendaraan listrik di kawasan Indonesia bagian timur. Pramita menyampaikan bahwa lebih dari 1.100 keluarga di Sulawesi telah menggunakan kendaraan BYD untuk memenuhi kebutuhan mobilitas mereka. Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya penerimaan kendaraan listrik di luar pusat pasar otomotif nasional. Meski demikian, perusahaan menilai masih terdapat ruang pertumbuhan karena kendaraan berbahan bakar minyak tetap mendominasi kebutuhan transportasi masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mendorong BYD untuk memperkuat kegiatan pemasaran sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari. Perusahaan berharap kehadiran produk dan layanan yang lebih mudah dijangkau dapat memperluas pilihan konsumen di berbagai daerah.
ANTARA News
+1
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BYD terus memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual di Indonesia. Hingga Oktober 2026, perusahaan telah memiliki lebih dari 110 titik jaringan resmi yang tersebar di berbagai wilayah. Khusus di Pulau Sulawesi, BYD mengoperasikan tujuh lokasi layanan dan menargetkan penambahan hingga 12 lokasi baru pada masa mendatang. Pengembangan jaringan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemudahan konsumen dalam memperoleh kendaraan, melakukan perawatan, serta mendapatkan dukungan teknis. Ketersediaan layanan purnajual menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon pembeli yang sebelumnya belum memiliki pengalaman menggunakan kendaraan listrik. Dengan memperluas jangkauan layanan, perusahaan berupaya membangun kepercayaan konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan pasar di luar kota-kota besar.
ANTARA News
+1
BYD juga memperkuat strategi produknya melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik murni atau Pure Electric Vehicle dan teknologi Dual Mode. Teknologi Pure EV mengandalkan tenaga listrik yang tersimpan dalam baterai untuk menggerakkan kendaraan tanpa menggunakan mesin pembakaran internal. Sementara itu, teknologi Dual Mode memungkinkan penggunaan sistem penggerak yang menggabungkan tenaga listrik dengan mesin berbahan bakar sebagai bagian dari pendekatan kendaraan hibrida plug-in. Kehadiran kedua teknologi tersebut memberikan alternatif bagi konsumen dengan kebutuhan perjalanan dan kondisi infrastruktur pengisian daya yang berbeda. Perusahaan menilai variasi teknologi menjadi salah satu cara memperluas penerimaan kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia. Pengembangan produk tersebut juga mencerminkan upaya BYD untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas melalui pilihan sistem penggerak dan karakteristik kendaraan.
Bisnis.com
+1
Di tingkat nasional, pertumbuhan BYD berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aktivitas industri otomotif Indonesia selama sembilan bulan pertama 2026. Data Gaikindo menunjukkan distribusi kendaraan dari pabrikan kepada dealer mencapai 679.020 unit sepanjang Januari hingga September, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel dari dealer kepada konsumen juga mencapai 676.223 unit atau tumbuh sekitar 15,4 persen secara tahunan. Dari keseluruhan distribusi kendaraan nasional, mobil listrik berbasis baterai menyumbang sekitar 16,8 persen menurut data yang dikutip dalam laporan industri. Angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik telah memperoleh posisi yang semakin berarti dalam struktur pasar otomotif, meskipun kendaraan konvensional masih memiliki kontribusi besar. Pertumbuhan tersebut memberikan peluang bagi berbagai produsen untuk memperkuat persaingan melalui pengembangan teknologi, penawaran harga, dan peningkatan kualitas pelayanan.
GAIKINDO
+1
Perkembangan BYD di Indonesia juga didukung oleh penguatan kegiatan manufaktur melalui fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 150.000 kendaraan per tahun dengan nilai investasi sekitar Rp16 triliun. Kehadiran fasilitas produksi dalam negeri diharapkan membantu perusahaan meningkatkan kecepatan pasokan kendaraan serta menyesuaikan ketersediaan produk dengan permintaan pasar. Selain itu, pengembangan manufaktur berpotensi memperkuat keterlibatan industri pendukung dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional. Namun, realisasi manfaat ekonomi yang lebih luas tetap bergantung pada tingkat produksi, penggunaan komponen lokal, dan perkembangan permintaan konsumen. Perusahaan memandang penguatan produksi serta distribusi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di Indonesia.
GAIKINDO
+1
Pencapaian penjualan BYD Group sebanyak 46.700 unit hingga September 2026 memperlihatkan semakin kuatnya persaingan kendaraan listrik di pasar otomotif Indonesia. Perusahaan kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan sekaligus memastikan kesiapan jaringan layanan dan ketersediaan kendaraan bagi konsumen. Perluasan pasar di Sulawesi dan wilayah Indonesia lainnya menjadi salah satu agenda yang dapat mendukung pemerataan penggunaan kendaraan elektrifikasi. Pada saat yang sama, perkembangan industri masih dipengaruhi oleh harga kendaraan, infrastruktur pengisian daya, kebijakan pemerintah, dan kemampuan konsumen dalam menyesuaikan kebutuhan transportasi. BYD berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan teknologi, perluasan layanan purnajual, serta penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Dengan meningkatnya pilihan kendaraan dan dukungan ekosistem yang semakin berkembang, pasar mobil listrik Indonesia diperkirakan akan terus menjadi salah satu bidang persaingan penting dalam industri otomotif nasional.
ANTARA News
+1