Jakarta, 30 Mei 2026 – Tokoh nasional AM Hendropriyono mengulas pentingnya nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai pitutur Nusantara sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pandangannya, Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat kaya dan mengandung berbagai ajaran moral yang tetap relevan untuk menghadapi tantangan zaman modern. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dapat menjadi landasan dalam membangun karakter masyarakat yang menjunjung persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, pitutur atau nasihat leluhur dinilai masih memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap kehidupan bersama. Karena itu, pengenalan kembali terhadap ajaran-ajaran tersebut dianggap sebagai langkah yang penting untuk memperkuat identitas kebangsaan.
Menurut Hendropriyono, berbagai pitutur yang berkembang di Nusantara pada dasarnya mengajarkan prinsip-prinsip universal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran mengenai kejujuran, kerja keras, kebersamaan, penghormatan kepada sesama, dan tanggung jawab sosial merupakan nilai yang banyak ditemukan dalam tradisi berbagai daerah di Indonesia. Meski lahir dari latar budaya yang berbeda-beda, pesan yang disampaikan memiliki kesamaan dalam mendorong terciptanya kehidupan yang harmonis dan berkeadaban. Nilai-nilai tersebut dianggap penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman yang sering kali membawa berbagai tantangan baru. Dengan memahami makna yang terkandung dalam pitutur leluhur, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan sosial yang lebih kuat dan berlandaskan etika.
Salah satu pesan utama yang sering muncul dalam berbagai pitutur Nusantara adalah pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama memerlukan fondasi nilai yang mampu memperkuat persatuan. Kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur banyak mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk menciptakan perpecahan, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dalam konteks kehidupan berbangsa, nilai tersebut menjadi semakin relevan karena tantangan yang dihadapi masyarakat modern sering kali berkaitan dengan polarisasi dan perbedaan pandangan. Oleh karena itu, semangat saling menghormati dan menjaga persatuan menjadi salah satu pesan penting yang terus ditekankan.
Selain itu, pitutur Nusantara juga banyak mengajarkan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan peran masing-masing. Dalam berbagai tradisi daerah, seseorang diajarkan untuk menjaga ucapan, memenuhi amanah, dan bertindak sesuai nilai-nilai moral yang berlaku. Hendropriyono menilai bahwa prinsip-prinsip tersebut masih sangat relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan kepercayaan dan kerja sama. Integritas tidak hanya penting bagi pemimpin, tetapi juga bagi seluruh warga negara dalam menjalankan tanggung jawabnya. Dengan menjadikan nilai tersebut sebagai pedoman, kehidupan sosial dan institusi publik dapat berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan.
Para budayawan menilai bahwa kekuatan utama pitutur Nusantara terletak pada kemampuannya menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna. Banyak nasihat leluhur yang diwariskan secara lisan selama berabad-abad dan tetap diingat hingga sekarang karena mudah dipahami serta dekat dengan pengalaman hidup masyarakat. Tradisi tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang berlangsung dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Di tengah berkembangnya berbagai sumber informasi modern, keberadaan pitutur tetap memiliki nilai penting karena memberikan perspektif yang berakar pada pengalaman panjang masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, upaya pelestarian dan pengenalan kembali terhadap warisan budaya ini dinilai sangat penting.
Dalam era globalisasi, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin kompleks dan beragam. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta arus informasi yang begitu cepat membawa banyak peluang sekaligus tantangan baru. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan nilai-nilai yang mampu menjadi kompas moral semakin penting. Hendropriyono menilai bahwa pitutur Nusantara dapat berfungsi sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, masyarakat dapat memiliki landasan yang lebih kuat dalam mengambil keputusan dan membangun hubungan sosial yang sehat. Pendekatan ini juga dapat membantu memperkuat karakter bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pembahasan mengenai lima pitutur Nusantara yang diangkat oleh AM Hendropriyono menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia masih memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan modern. Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur mengandung pesan tentang persatuan, tanggung jawab, integritas, dan penghormatan terhadap sesama yang tetap dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, kearifan lokal dapat menjadi sumber pembelajaran yang membantu masyarakat menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan terus mengenalkan dan menghidupkan kembali pitutur Nusantara, generasi masa kini dan masa depan diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, berkarakter, dan berlandaskan semangat kebangsaan yang kuat.