Jakarta, 9 Oktober 2026 – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memastikan hanya akan membawa 15 pemain untuk menghadapi turnamen internasional VI Copa das Nacoes de Futsal 2026 di Brasil. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung di Max Rosenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, pada 12–18 Oktober 2026. Skuad Garuda akan menghadapi tantangan berat karena tergabung dalam grup yang sama dengan tuan rumah Brasil dan Cape Verde. Turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi tim-tim dari luar Asia. Souto berharap pengalaman tersebut dapat mempercepat perkembangan kualitas futsal nasional.
Sebelumnya, sebanyak 20 pemain mendapatkan panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang keberangkatan ke Brasil. Persiapan berlangsung di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, dengan fokus meningkatkan kondisi fisik, organisasi permainan, dan pemahaman taktik. Dalam sesi latihan pada Kamis, 8 Oktober 2026, tercatat 19 pemain mengikuti kegiatan bersama tim. Sebanyak 18 di antaranya merupakan pemain yang mendapatkan panggilan awal, sedangkan satu pemain lainnya adalah Nerva Jhorgie dari Proton FC Kuningan. Sementara itu, Israr Megantara dan Bryan Ick tidak terlihat mengikuti sesi latihan tersebut.
Hector Souto menjelaskan bahwa jumlah pemain akan dipangkas menjadi 15 orang sebelum tim menjalani turnamen. Keputusan mengenai komposisi akhir mempertimbangkan kebutuhan taktik, kondisi pemain, dan keseimbangan setiap posisi. Tim pelatih harus memastikan skuad memiliki kemampuan bertahan serta menyerang yang sesuai untuk menghadapi lawan berkualitas tinggi. Persaingan memperebutkan tempat dalam rombongan menjadi bagian penting dari pemusatan latihan. Setiap pemain dituntut menunjukkan kesiapan maksimal dalam waktu persiapan yang relatif singkat.
Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan berangkat menuju Brasil pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Waktu persiapan menjadi tantangan tersendiri karena tim hanya memiliki beberapa hari untuk menjalani latihan intensif sebelum melakukan perjalanan jauh. Perbedaan zona waktu dan kebutuhan adaptasi fisik juga menjadi perhatian tim pelatih. Souto mengakui bahwa menghadapi lawan sekelas Brasil idealnya membutuhkan persiapan selama beberapa pekan. Namun, ia menegaskan seluruh anggota tim akan berusaha memaksimalkan waktu yang tersedia.
Dalam turnamen tersebut, Indonesia menempati Grup A bersama Brasil dan Cape Verde. Sementara itu, Grup B dihuni Jepang, Afghanistan, dan Peru. Indonesia dijadwalkan menghadapi Cape Verde sebelum bertemu Brasil pada fase grup. Pertandingan melawan tuan rumah menjadi ujian besar mengingat Brasil merupakan salah satu kekuatan utama futsal dunia. Negara tersebut telah mengoleksi enam gelar juara Piala Dunia Futsal dan memiliki banyak pemain yang berkompetisi di liga-liga elite internasional.
Souto tidak ingin memberikan target kemenangan yang berlebihan ketika menghadapi Brasil. Pelatih asal Spanyol tersebut menyadari adanya perbedaan kualitas dan pengalaman antara kedua tim. Menurutnya, Indonesia harus siap menghadapi tekanan tinggi, permainan cepat, serta kemampuan individu pemain Brasil yang berada pada level dunia. Bahkan, ia mengingatkan bahwa kekalahan dengan selisih besar tetap mungkin terjadi ketika menghadapi tim sekuat Brasil. Meski demikian, Souto meminta para pemain tetap tampil berani dan berusaha memberikan kemampuan terbaik.
Selain Brasil, Cape Verde juga mendapatkan perhatian khusus dari tim pelatih Indonesia. Souto mengingatkan bahwa posisi sebuah negara dalam peringkat internasional tidak selalu menggambarkan kekuatan sebenarnya. Cape Verde memiliki sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri dan terus mengembangkan kualitas tim nasionalnya. Karena itu, Indonesia tidak boleh menganggap pertandingan tersebut sebagai laga yang mudah. Kedua pertandingan fase grup akan memberikan pengalaman berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai karakter permainan.
Partisipasi dalam Copa das Nacoes 2026 menjadi bagian dari proses pengembangan Timnas Futsal Indonesia setelah menunjukkan kemajuan di tingkat Asia. Keberhasilan mencapai final Piala Asia Futsal 2026 menjadi salah satu pencapaian yang meningkatkan kepercayaan diri skuad Garuda. Namun, Souto menegaskan bahwa perkembangan futsal nasional membutuhkan pengalaman menghadapi negara dengan ekosistem kompetisi yang lebih maju. Turnamen di Brasil diharapkan memberikan pembelajaran mengenai intensitas, disiplin taktik, dan standar permainan internasional. Dengan membawa 15 pemain pilihan, Indonesia berupaya menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal menuju persaingan yang lebih tinggi, termasuk ambisi tampil di Piala Dunia Futsal 2028.