Jakarta, 21 Oktober 2026 – Pelatih ganda putra Malaysia asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP, memberikan tanggapan mengenai hasil eksperimen pergantian pasangan yang belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Strategi merombak sejumlah pasangan ganda putra Malaysia menghasilkan pencapaian berbeda dalam beberapa turnamen terakhir. Ada pasangan baru yang langsung berhasil meraih gelar juara, tetapi beberapa kombinasi lainnya masih mengalami kesulitan menemukan permainan terbaik. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Malaysia sedang berupaya memperkuat sektor ganda putra untuk menghadapi persaingan internasional. Meski hasilnya belum merata, Herry menilai proses penyesuaian membutuhkan waktu dan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu atau dua turnamen.
Salah satu keberhasilan dari eksperimen tersebut ditunjukkan pasangan Aaron Tai dan Yap Roy King yang tampil mengesankan pada Arctic Open 2026 di Vantaa, Finlandia. Duet baru tersebut langsung meraih gelar juara pada turnamen level BWF World Tour Super 500. Keberhasilan itu memberikan gambaran bahwa perubahan komposisi pemain dapat menghadirkan kombinasi yang kompetitif meskipun belum lama dipasangkan. Penampilan Aaron Tai dan Yap Roy King juga menjadi bukti awal bahwa pemain Malaysia memiliki kemampuan beradaptasi dengan rekan baru. Namun, keberhasilan satu pasangan belum cukup untuk memastikan seluruh program perombakan telah berjalan sesuai target. Herry masih perlu mengevaluasi pasangan lain yang belum menunjukkan perkembangan serupa.
Hasil berbeda terlihat pada turnamen Malaysia Super 100 yang berlangsung di Johor pada pekan sebelumnya. Sejumlah pasangan hasil perombakan belum mampu menampilkan performa konsisten ketika menghadapi lawan-lawan mereka. Kang Khai Xing dan Lok Hong Quan menjadi salah satu pasangan yang menunjukkan perkembangan cukup menjanjikan setelah berhasil melangkah hingga babak semifinal. Pencapaian tersebut memberikan tambahan pengalaman pertandingan bagi keduanya dalam proses membangun kerja sama. Namun, hasil kurang memuaskan dialami Wan Arif Junaidi dan Faiq Haziq Masawi yang harus tersingkir pada babak pertama. Perbedaan pencapaian itu memperlihatkan bahwa setiap pasangan membutuhkan waktu adaptasi yang tidak selalu sama.
Menanggapi hasil tersebut, Herry IP menilai kesulitan yang dialami sejumlah pasangan baru merupakan bagian wajar dari proses pembentukan kerja sama. Menurutnya, pemain yang sebelumnya terbiasa dengan satu rekan membutuhkan penyesuaian ketika dipasangkan dengan atlet lain. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknik, tetapi juga pemahaman terhadap pergerakan, pola serangan, dan pembagian tanggung jawab di lapangan. Herry menegaskan bahwa program perombakan ganda putra Malaysia direncanakan terus berlangsung hingga tahun depan. Ia juga menyatakan mulai melihat tanda-tanda perkembangan positif meskipun belum seluruh pasangan mampu menunjukkan hasil maksimal. Karena itu, evaluasi akan terus dilakukan tanpa terburu-buru menyimpulkan bahwa eksperimen tersebut gagal.
Herry juga mengakui bahwa beberapa pemain yang tampil pada Malaysia Super 100 belum mampu membangun kekompakan secara optimal. Perbedaan karakter permainan menjadi salah satu tantangan ketika dua atlet harus bekerja sama dalam situasi pertandingan yang penuh tekanan. Dalam nomor ganda putra, komunikasi dan ketepatan pengambilan keputusan sangat menentukan keberhasilan menghadapi lawan. Pemain harus memahami kapan rekannya akan melakukan serangan, bertahan, atau berpindah posisi untuk menutup ruang kosong. Proses membangun pemahaman tersebut tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui latihan karena pengalaman bertanding juga memiliki peran penting. Oleh sebab itu, Herry memberikan kesempatan kepada para pemain untuk terus berkembang melalui berbagai turnamen.
Program perombakan yang dilakukan Herry sebenarnya telah menjadi bagian dari rencana pengembangan ganda putra Malaysia sejak pertengahan 2026. Salah satu langkah yang menarik perhatian adalah keputusan memisahkan sementara pasangan Aaron Chia dan Soh Wooi Yik untuk mencoba kombinasi berbeda. Kedua pemain sebelumnya dikenal sebagai pasangan berprestasi yang pernah meraih gelar juara dunia pada 2022. Namun, Herry menilai perubahan diperlukan untuk mencari kemungkinan susunan pemain yang lebih kompetitif dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan perselisihan pribadi antara kedua atlet. Perombakan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi performa sekaligus persiapan menghadapi tantangan besar pada turnamen internasional mendatang.
Malaysia memiliki target jangka panjang untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis, termasuk dalam persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Sektor ganda putra menjadi salah satu tumpuan karena negara tersebut memiliki sejumlah pemain dengan pengalaman dan kemampuan bersaing di level dunia. Herry IP diharapkan mampu memaksimalkan potensi tersebut melalui pendekatan latihan, pembentukan pasangan, dan evaluasi pertandingan yang berkelanjutan. Pengalamannya ketika menangani ganda putra Indonesia menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Meski demikian, ia tetap menghadapi tantangan karena karakter setiap pemain berbeda dan membutuhkan pendekatan yang sesuai. Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari satu gelar, tetapi juga dari konsistensi penampilan pasangan-pasangan Malaysia.
Herry IP kini berupaya menjaga keseimbangan antara memberikan kesempatan kepada kombinasi baru dan mempertahankan kekuatan pasangan yang telah terbukti berprestasi. Hasil Arctic Open menunjukkan bahwa eksperimen dapat menghasilkan keberhasilan, sedangkan penampilan di Malaysia Super 100 memperlihatkan masih adanya pekerjaan yang harus diselesaikan. Perbedaan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembinaan berikutnya. Pelatih yang pernah membawa sejumlah pasangan Indonesia meraih prestasi internasional itu tetap optimistis terhadap perkembangan anak asuhnya. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas permainan membutuhkan proses, kesabaran, dan kesempatan bertanding secara konsisten. Dengan program perombakan yang direncanakan berlanjut hingga 2027, Malaysia berharap dapat menemukan kombinasi ganda putra yang semakin solid dan mampu bersaing memperebutkan gelar pada turnamen besar dunia.