Jakarta, 25 Mei 2026 – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia dalam sebuah pertemuan yang turut membahas hubungan historis antara Indonesia dan India sejak masa awal kemerdekaan. Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengenang kedekatan ayahnya, Presiden pertama RI Sukarno atau Bung Karno, dengan Perdana Menteri pertama India Jawaharlal Nehru yang dinilai memiliki hubungan persahabatan sangat erat dan berpengaruh besar terhadap hubungan kedua negara. Megawati menyebut hubungan Bung Karno dan Nehru tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga didasari kesamaan visi mengenai perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika melawan kolonialisme dan membangun solidaritas negara berkembang. Pertemuan tersebut menjadi simbol penguatan hubungan bilateral Indonesia dan India yang telah terjalin sejak era awal kemerdekaan kedua negara. Selain membahas sejarah, diskusi juga disebut menyentuh pentingnya kerja sama strategis di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
Pengamat hubungan internasional menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan India memiliki akar sejarah yang sangat kuat sejak era Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok. Bung Karno dan Jawaharlal Nehru dikenal sebagai dua tokoh penting yang aktif mendorong solidaritas negara-negara berkembang untuk memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan, dan posisi independen di tengah persaingan blok dunia pada masa Perang Dingin. Kedekatan personal kedua pemimpin tersebut kemudian menjadi fondasi penting dalam hubungan diplomatik Indonesia dan India hingga saat ini. Oleh sebab itu, pertemuan yang mengangkat kembali hubungan historis tersebut dinilai memiliki makna simbolis dalam memperkuat kerja sama kedua negara di era modern. India sendiri selama ini menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Asia dalam bidang ekonomi, budaya, dan geopolitik.
Dalam pertemuan itu, Megawati juga disebut menyoroti pentingnya menjaga hubungan antarbangsa melalui pendekatan budaya dan sejarah, tidak hanya kerja sama ekonomi semata. Pengamat diplomasi budaya menjelaskan bahwa hubungan historis antarnegara sering menjadi modal penting dalam membangun kerja sama jangka panjang yang lebih kuat dan stabil. Indonesia dan India diketahui memiliki hubungan budaya yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu melalui perdagangan, agama, dan pertukaran peradaban di kawasan Asia. Kedekatan tersebut membuat hubungan kedua negara tidak hanya terbatas pada aspek politik modern, tetapi juga memiliki keterikatan sejarah dan budaya yang cukup mendalam. Oleh sebab itu, penguatan diplomasi budaya dinilai dapat membantu mempererat hubungan masyarakat kedua negara di tengah perubahan global yang cepat.
Selain aspek sejarah, pertemuan dengan Duta Besar India juga disebut membahas tantangan geopolitik global dan pentingnya kerja sama negara-negara berkembang dalam menjaga stabilitas kawasan. Pengamat geopolitik menjelaskan bahwa Indonesia dan India saat ini memiliki posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik yang semakin menjadi pusat perhatian dunia. Kerja sama kedua negara dinilai penting dalam berbagai isu mulai dari perdagangan, keamanan maritim, energi, hingga stabilitas regional. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Indonesia dan India memang terus berkembang melalui peningkatan kerja sama ekonomi dan diplomatik di berbagai sektor. Kedekatan historis antara Bung Karno dan Nehru dianggap tetap relevan sebagai simbol persahabatan dan solidaritas antarnegara berkembang di era modern.
Pertemuan Megawati dengan Duta Besar India yang mengangkat kembali kisah kedekatan Bung Karno dan Jawaharlal Nehru memperlihatkan pentingnya sejarah dalam membangun hubungan diplomatik antarbangsa. Banyak pengamat menilai hubungan personal para pemimpin pada masa lalu telah memberikan fondasi kuat bagi kerja sama Indonesia dan India hingga saat ini. Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah, hubungan bilateral yang didasari sejarah, budaya, dan visi bersama dinilai memiliki nilai strategis jangka panjang. Masyarakat berharap hubungan Indonesia dan India dapat terus berkembang tidak hanya dalam bidang ekonomi dan politik, tetapi juga melalui penguatan kerja sama budaya dan pendidikan antar generasi muda kedua negara. Dengan warisan sejarah yang kuat, hubungan kedua negara diharapkan tetap menjadi salah satu pilar penting kerja sama Asia di masa mendatang.