Seoul, 30 Juli 2026 – Samsung memperkirakan kelangkaan chip masih berpotensi berlanjut hingga 2028 seiring tingginya kebutuhan semikonduktor dari berbagai sektor teknologi. Permintaan yang semakin besar, terutama untuk infrastruktur kecerdasan buatan, pusat data, perangkat komputasi, dan berbagai produk elektronik, membuat kapasitas produksi industri terus mendapatkan tekanan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pasokan semikonduktor tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi lebih banyak chip, tetapi juga perubahan besar pada jenis komponen yang paling dibutuhkan pasar. Produsen harus menentukan prioritas investasi ketika permintaan terhadap chip berperforma tinggi meningkat pesat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi strategi perusahaan teknologi dalam merancang produk dan mengamankan komponen hingga beberapa tahun mendatang.
Perkembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu pendorong utama perubahan kebutuhan semikonduktor global. Pusat data yang menjalankan model AI membutuhkan prosesor berkemampuan tinggi serta memori dengan bandwidth besar untuk memproses dan memindahkan data secara cepat. Kebutuhan tersebut membuat produsen chip mengalokasikan semakin banyak sumber daya untuk komponen bernilai tinggi yang digunakan dalam server AI. Kapasitas manufaktur yang tersedia harus dibagi antara kebutuhan tersebut dengan produksi chip untuk smartphone, komputer, kendaraan, dan elektronik lainnya. Ketika permintaan tumbuh lebih cepat dibandingkan penambahan kapasitas, tekanan pasokan dapat bertahan dalam periode panjang.
Segmen memori menjadi salah satu bagian penting dalam dinamika tersebut. Perangkat AI membutuhkan kapasitas dan kecepatan memori yang jauh lebih besar dibandingkan banyak sistem komputasi konvensional. Hal ini mendorong industri mempercepat pengembangan generasi memori baru sekaligus meningkatkan produksi komponen berperforma tinggi. Namun, pembangunan fasilitas baru dan peningkatan kapasitas manufaktur membutuhkan investasi besar serta waktu yang tidak singkat. Bahkan setelah fasilitas selesai dibangun, produsen masih membutuhkan tahapan pengujian dan peningkatan hasil produksi sebelum dapat mencapai kapasitas optimal.
Kelangkaan chip hingga 2028 tidak berarti seluruh jenis semikonduktor akan mengalami kondisi pasokan yang sama. Beberapa kategori dapat memiliki ketersediaan relatif stabil, sementara komponen tertentu yang permintaannya melonjak berpotensi menghadapi keterbatasan lebih besar. Industri semikonduktor terdiri dari berbagai teknologi produksi, desain, ukuran fabrikasi, jenis memori, serta kebutuhan pengemasan yang berbeda. Hambatan pada satu bagian rantai produksi dapat memengaruhi ketersediaan produk tertentu tanpa menciptakan kelangkaan seragam di seluruh pasar. Karena itu, perusahaan teknologi perlu memperhatikan komponen spesifik yang menjadi bagian paling kritis dari produk mereka.
Dampak kondisi tersebut dapat menjangkau pasar smartphone dan perangkat elektronik konsumen. Produsen membutuhkan kepastian pasokan agar dapat menentukan volume produksi, harga, serta jadwal peluncuran produk. Apabila biaya komponen meningkat, perusahaan menghadapi pilihan antara menyerap kenaikan biaya, menyesuaikan spesifikasi, atau meneruskannya ke harga jual. Persaingan pasar dapat membatasi ruang untuk menaikkan harga secara agresif, terutama pada segmen yang memiliki banyak alternatif produk. Efisiensi desain dan pengelolaan rantai pasok pun semakin penting dalam menjaga daya saing.
Industri otomotif juga berkepentingan terhadap stabilitas pasokan semikonduktor karena kendaraan modern menggunakan semakin banyak komponen elektronik. Mobil listrik, sistem bantuan pengemudi, hiburan digital, sensor, pengelolaan baterai, dan konektivitas membutuhkan berbagai jenis chip. Pengalaman kelangkaan semikonduktor pada tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan bagaimana kekurangan komponen berukuran kecil dapat menghambat produksi kendaraan secara keseluruhan. Produsen otomotif kemudian terdorong membangun hubungan lebih langsung dengan perusahaan semikonduktor dan mengamankan pasokan melalui kontrak jangka panjang. Strategi tersebut kemungkinan tetap relevan apabila tekanan pasokan berlangsung hingga 2028.
Bagi Samsung, kondisi pasar memberikan peluang sekaligus tantangan. Permintaan tinggi terhadap chip dapat mendukung pertumbuhan bisnis semikonduktor, tetapi perusahaan juga harus berinvestasi besar untuk meningkatkan teknologi dan kapasitas produksi. Persaingan tidak hanya terjadi pada jumlah chip yang mampu diproduksi, tetapi juga pada efisiensi, performa, konsumsi energi, serta kemampuan menghasilkan komponen dalam skala besar dengan kualitas konsisten. Perkembangan AI membuat persaingan tersebut semakin ketat karena pelanggan membutuhkan peningkatan performa dalam waktu relatif cepat. Keputusan investasi yang dibuat sekarang dapat menentukan posisi produsen semikonduktor dalam beberapa tahun berikutnya.
Perkiraan kelangkaan chip hingga 2028 menunjukkan bahwa semikonduktor semakin menjadi infrastruktur strategis bagi ekonomi digital. Permintaan dari AI, pusat data, kendaraan, smartphone, dan perangkat komputasi membuat kebutuhan produksi terus meningkat, sementara perluasan kapasitas membutuhkan waktu dan investasi besar. Bagi konsumen, dampaknya dapat terlihat melalui ketersediaan produk, spesifikasi, maupun pergerakan harga perangkat elektronik. Bagi industri, tantangan utama adalah mengamankan pasokan sekaligus menyesuaikan desain produk dengan perubahan kondisi pasar. Apabila pertumbuhan permintaan terus melampaui penambahan kapasitas pada komponen tertentu, persaingan mendapatkan chip akan tetap menjadi salah satu isu utama industri teknologi global hingga mendekati 2028.