Jakarta, 2 November 2026 – Pembalap muda Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, tidak hanya mencatatkan sejarah setelah memastikan gelar juara dunia Formula 1 musim 2026, tetapi juga berpeluang memperoleh tambahan penghasilan dalam jumlah besar. Pembalap asal Italia tersebut mengunci gelar juara dunia setelah finis ketiga pada Grand Prix Meksiko yang berlangsung di Autódromo Hermanos Rodríguez, Minggu, 1 November 2026. Pada usia 20 tahun 68 hari, Antonelli resmi menjadi pembalap termuda yang pernah menjuarai kejuaraan dunia Formula 1. Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun untuk kembali memiliki juara dunia F1 sejak Alberto Ascari pada 1953. Selain mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pembalap terbaik musim ini, Antonelli diperkirakan menerima bonus performa dari Mercedes berdasarkan ketentuan kontraknya. Sejumlah laporan media internasional memperkirakan total penghasilannya sepanjang 2026, termasuk gaji dan bonus, dapat mendekati 10 juta euro atau sekitar Rp180 miliar, bergantung pada kurs yang digunakan. Namun, nilai pasti bonus khusus juara dunia belum diumumkan secara resmi oleh Mercedes sehingga angka tersebut masih merupakan perkiraan, bukan pembayaran yang telah terkonfirmasi. Formula 1® – The Official F1® Website+1
Kepastian gelar juara dunia diperoleh Antonelli setelah menjalani balapan yang penuh tekanan di Grand Prix Meksiko. Pembalap Mercedes tersebut memulai perlombaan dari posisi keempat dan harus menghadapi persaingan ketat dengan sejumlah pembalap berpengalaman sepanjang 71 putaran. Meski tidak memenangkan balapan, Antonelli berhasil mempertahankan posisi ketiga hingga garis finis dan mengumpulkan poin yang cukup untuk memastikan gelar juara dunia. Max Verstappen keluar sebagai pemenang Grand Prix Meksiko, sementara Lewis Hamilton menyelesaikan perlombaan di posisi kedua. Hasil tersebut membuat keunggulan Antonelli dalam klasemen pembalap tidak mungkin lagi dikejar oleh para pesaingnya pada sisa musim. Ia memastikan gelar dengan keunggulan 119 poin dan empat seri balapan masih tersisa dalam kalender kejuaraan. Keberhasilan itu juga memecahkan rekor Sebastian Vettel yang sebelumnya menjadi juara dunia termuda pada 2010 ketika berusia 23 tahun 134 hari. Antonelli mengaku sangat emosional setelah melewati garis finis karena pencapaian tersebut menjadi hasil dari perjalanan panjangnya sejak bergabung dengan program pengembangan pembalap Mercedes. Formula 1® – The Official F1® Website
Pertanyaan mengenai bonus Antonelli menjadi perhatian karena Formula 1 memiliki mekanisme pembagian hadiah yang berbeda dibandingkan sejumlah cabang olahraga lainnya. Penyelenggara kejuaraan tidak memberikan hadiah uang tunai secara langsung kepada pembalap yang memenangkan gelar juara dunia. Pendapatan komersial dan pembayaran berdasarkan hasil kejuaraan pada dasarnya disalurkan kepada tim sesuai ketentuan finansial Formula 1. Karena itu, seorang pembalap memperoleh penghasilan terutama melalui gaji yang dibayarkan tim, bonus berdasarkan pencapaian, serta kontrak sponsor pribadi. Besaran bonus kemenangan balapan, posisi pole, podium, maupun gelar juara dunia biasanya ditentukan melalui kesepakatan individual antara pembalap dan tim. Dalam kasus Antonelli, Mercedes diyakini memiliki klausul insentif yang memungkinkan pendapatannya meningkat setelah mencapai target prestasi tertentu. Namun, isi kontrak tersebut tidak dipublikasikan secara lengkap sehingga jumlah bonus khusus untuk gelar dunia tidak dapat dipastikan secara independen. Perbedaan inilah yang membuat angka penghasilan Antonelli dalam berbagai laporan media masih berupa estimasi dan tidak selalu menunjukkan jumlah yang sama. The National+1
Menurut laporan media Jerman Bild yang dikutip sejumlah media olahraga internasional, total penghasilan Antonelli sepanjang musim 2026 diperkirakan mencapai hampir 10 juta euro setelah memperhitungkan berbagai bonus performa. Nilai tersebut setara sekitar 11 juta dolar Amerika Serikat dan dapat mencapai kisaran Rp180 miliar jika dikonversikan menggunakan asumsi kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, estimasi mengenai gaji pokok Antonelli masih berbeda antara satu laporan dengan laporan lainnya. Sebagian media memperkirakan gaji dasarnya sekitar 2 juta dolar AS per musim, sedangkan laporan lain menyebut angka sekitar 2 juta hingga 4 juta euro. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kontrak pembalap Mercedes belum sepenuhnya terbuka kepada publik. Media Italia Sport e Finanza bahkan memperkirakan total kompensasinya dapat mencapai sekitar 12 juta euro apabila seluruh insentif yang relevan diperhitungkan. Dengan demikian, penghasilan tambahan yang diterima Antonelli diperkirakan bernilai jutaan euro, tetapi tidak tepat menyebut keseluruhan angka tersebut sebagai bonus juara dunia semata. Mercedes masih menjadi pihak yang memiliki informasi paling lengkap mengenai pembayaran aktual sesuai kontrak pembalapnya. Athlon+1
Perbandingan dengan pembalap lain menunjukkan bahwa Antonelli masih memiliki gaji pokok relatif rendah meskipun berhasil merebut gelar juara dunia. Max Verstappen, misalnya, diperkirakan memperoleh gaji dasar sekitar 70 juta dolar AS per musim bersama Red Bull. Lewis Hamilton yang membela Ferrari dilaporkan memiliki gaji pokok sekitar 60 juta dolar AS, sedangkan rekan setim Antonelli di Mercedes, George Russell, diperkirakan menerima sekitar 34 juta dolar AS. Angka-angka tersebut merupakan estimasi industri dan belum tentu mencerminkan seluruh ketentuan kontrak, termasuk bonus maupun pendapatan sponsor. Perbedaan pendapatan itu dipengaruhi pengalaman, reputasi, nilai komersial, serta waktu penandatanganan kontrak masing-masing pembalap. Antonelli bergabung dengan Mercedes sebagai pembalap muda yang dipromosikan melalui program pengembangan internal sehingga kesepakatan awalnya dibuat sebelum ia mencapai status juara dunia. Keberhasilan menjuarai musim 2026 memberikan dasar baru bagi pembalap Italia tersebut untuk membicarakan peningkatan nilai kontrak pada periode berikutnya. Meski demikian, keputusan mengenai perubahan gaji tetap bergantung pada negosiasi antara Antonelli, manajemennya, dan pihak Mercedes. The National+1
Selain bonus dari Mercedes, gelar juara dunia juga berpotensi meningkatkan pendapatan Antonelli melalui sponsor dan kerja sama komersial. Popularitas pembalap berusia 20 tahun itu diperkirakan semakin meningkat setelah dirinya menjadi pemegang rekor juara dunia termuda sepanjang sejarah Formula 1. Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, teknologi, pakaian olahraga, dan produk konsumen dapat melihat pencapaian tersebut sebagai peluang kerja sama pemasaran. Antonelli sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah kegiatan komersial, termasuk kampanye bersama perusahaan penyiaran Sky yang juga menghadirkan legenda sepak bola Italia Alessandro Del Piero. Menurut kajian perusahaan konsultan pemasaran olahraga StageUp, keberhasilan meraih gelar dunia berpotensi menambah nilai ekonomi dan komersial Antonelli hingga puluhan juta euro dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu estimasi menyebut nilai tambahan tersebut dapat mencapai sekitar 73 juta euro hingga 2030, tetapi angka itu merupakan proyeksi manfaat ekonomi jangka panjang, bukan bonus tunai yang langsung diterimanya. Nilai aktual akan bergantung pada perkembangan karier, kesepakatan sponsor, dan hasil negosiasi kontrak di masa depan. Karena itu, penghasilan dari sponsor perlu dibedakan dari gaji maupun bonus performa yang diberikan langsung oleh Mercedes. Adnkronos+1
Gelar juara dunia F1 2026 menjadi pencapaian penting bagi Kimi Antonelli sekaligus membuka babak baru dalam perkembangan karier dan kondisi finansialnya. Pada usia yang masih sangat muda, ia berhasil mengungguli sejumlah pembalap berpengalaman dan memastikan gelar ketika musim masih menyisakan empat balapan. Keberhasilan tersebut membuat namanya masuk dalam sejarah Formula 1 sebagai pembalap termuda yang memenangkan kejuaraan dunia. Dari sisi pendapatan, sejumlah laporan memperkirakan gaji dan bonusnya sepanjang musim dapat mencapai hampir 10 juta euro atau sekitar Rp180 miliar, meskipun terdapat estimasi lain yang lebih tinggi. Jumlah bonus khusus yang diterima karena menjadi juara dunia belum diungkapkan secara resmi, sehingga tidak dapat dipastikan berapa uang tambahan yang masuk ke rekeningnya hanya dari pencapaian tersebut. Antonelli juga memiliki peluang meningkatkan nilai kontrak dan pendapatan sponsor setelah statusnya berubah menjadi juara dunia. Mercedes diperkirakan akan mempertimbangkan pencapaian pembalap Italia tersebut dalam pembahasan kerja sama pada musim-musim berikutnya, meskipun rincian negosiasinya belum diumumkan. Dengan prestasi yang telah diraih, Antonelli tidak hanya mendapatkan trofi paling bergengsi dalam dunia balap mobil, tetapi juga membuka kesempatan memperoleh manfaat finansial yang jauh lebih besar sepanjang perjalanan kariernya. Athlon+1