Jakarta, 1 Oktober 2026 – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menorehkan perjalanan istimewa pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah berhasil mengawinkan medali emas nomor beregu putra dan perorangan ganda putra. Pencapaian tersebut terasa semakin emosional karena keduanya sempat dipisahkan pada 2024 sebelum kembali dipasangkan pada musim 2026. Reuni tersebut justru membawa Leo/Daniel kembali menemukan performa terbaik hingga mencapai puncaknya di Jepang. Mereka bukan hanya berdiri di podium tertinggi nomor perorangan, tetapi juga memainkan peran penting ketika Indonesia merebut emas beregu putra. Dua medali emas tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar sepanjang perjalanan karier pasangan berjuluk The Babies itu.
Perjalanan Leo/Daniel menuju emas beregu tidak berlangsung tanpa hambatan. Pada perempat final melawan Malaysia, mereka kalah dari Aaron Chia/Kai Wun Tee melalui tiga gim 21-17, 16-21, dan 13-21. Keduanya kemudian bangkit di semifinal dengan mengalahkan pasangan Thailand Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga dua gim langsung 21-15, 21-13. Peran mereka menjadi semakin penting ketika Indonesia menghadapi China pada pertandingan final. Saat Indonesia tertinggal 1-2, Leo/Daniel memenangkan partai keempat atas He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Kemenangan tersebut menjaga peluang Indonesia sebelum Moh Zaki Ubaidillah memastikan keberhasilan Merah Putih pada partai penentuan. Indonesia akhirnya menundukkan China 3-2 dan merebut medali emas beregu putra. Setelah merayakan keberhasilan bersama tim, Leo/Daniel belum selesai dengan perjuangannya karena nomor perorangan langsung menanti. Mereka kemudian melewati sejumlah pasangan untuk mencapai semifinal ganda putra. Pada babak empat besar, Leo/Daniel membuat hasil penting dengan menyingkirkan pasangan peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, 21-11, 21-14.
Pada final perorangan, Selasa (29/9), Leo/Daniel berhadapan dengan pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang. Mereka sempat kehilangan gim pertama dengan skor 19-21, tetapi mampu mengubah permainan dan merebut gim kedua 21-13. Pertarungan ketat kembali terjadi pada gim penentuan sebelum Leo/Daniel memastikan kemenangan 21-18. Hasil tersebut membawa mereka meraih emas ganda putra sekaligus melengkapi keberhasilan setelah sebelumnya menjadi bagian dari tim beregu putra yang naik ke podium tertinggi. Bulu tangkis Indonesia pun menutup Asian Games 2026 dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kisah emosional dari Leo. Seusai memastikan emas perorangan, ia melakukan sujud syukur di lapangan dan mengenang mendiang ibunya. Leo mempersembahkan medali tersebut untuk sang ibu, keluarga, serta istrinya, Indah Cahya Sari Jamil. Ia membayangkan betapa bangganya sang ibu apabila masih dapat menyaksikan pencapaian tersebut. Daniel juga menyampaikan rasa syukur dan mempersembahkan keberhasilan mereka untuk keluarga, rekan satu tim, pengurus, pelatih, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan selama perjuangan di Jepang.
Dua emas tersebut juga menjadi jawaban atas perjalanan karier Leo/Daniel yang sempat mengalami perubahan besar. Keduanya dipisahkan pada pertengahan 2024 setelah performa mereka dinilai mengalami stagnasi selepas menjuarai Indonesia Masters. Daniel kemudian dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri, sementara Leo bermain bersama Bagas Maulana. Cedera yang dialami Daniel membuat perjalanan pasangan baru tersebut tidak berjalan panjang. Setelah Daniel menyelesaikan pemulihan, PBSI kembali menyatukannya dengan Leo pada 2026 dan mereka langsung menjuarai Thailand Open, kemudian menambah gelar Taipei Open sebelum akhirnya dipilih memperkuat Indonesia di Asian Games.
Keberhasilan di Aichi-Nagoya membuat keputusan menyatukan kembali Leo/Daniel menghasilkan pencapaian besar dalam waktu relatif singkat. Dari pasangan yang sempat dipisahkan, keduanya kembali bersama dan akhirnya membawa pulang dua medali emas dari ajang olahraga terbesar Asia. Daniel berharap momentum tersebut dapat digunakan untuk menambah koleksi gelar sekaligus menjaga konsistensi pada turnamen berikutnya. Bagi Leo, keberhasilan itu memiliki arti lebih personal karena menjadi kesempatan mempersembahkan prestasi tertinggi untuk orang-orang terdekatnya. Asian Games 2026 pun menjadi bagian penting dalam perjalanan Leo/Daniel, bukan hanya karena dua emas yang mereka raih, tetapi juga karena keberhasilan bangkit setelah perjalanan pasangan mereka sempat terhenti.