Jakarta, 27 Agustus 2026 – Luca Marini memiliki keyakinan bahwa para pembalap rookie akan menjadi salah satu kelompok yang paling diuntungkan ketika MotoGP memasuki era baru pada 2027. Pandangan tersebut sejalan dengan Marc Marquez yang sebelumnya menilai para pembalap muda dari Moto2 memiliki keuntungan karena sudah terbiasa menggunakan ban Pirelli.
MotoGP 2027 akan menghadirkan perubahan besar dalam regulasi teknis. Kapasitas mesin akan dikurangi dari 1.000 cc menjadi 850 cc, perangkat aerodinamika akan dibatasi lebih ketat, sementara pemasok ban tunggal juga berganti dari Michelin ke Pirelli. Perubahan tersebut diperkirakan membuat karakter motor dan gaya berkendara para pembalap ikut mengalami penyesuaian.
Marquez sebelumnya menyebut perubahan ban akan memberikan pengaruh besar terhadap persaingan. Menurut juara dunia tujuh kali tersebut, pembalap yang datang dari Moto2 berpotensi memiliki keuntungan karena mereka sudah terbiasa menggunakan ban Pirelli. Kondisi itu membuat proses adaptasi mereka terhadap karakter ban baru MotoGP kemungkinan lebih singkat.
Marini memiliki pandangan serupa. Pembalap asal Italia itu menilai perubahan ban bahkan dapat menjadi salah satu faktor penentu pada awal musim 2027. Menurutnya, siapa yang mampu memahami karakter Pirelli dengan cepat akan memiliki keuntungan dibandingkan pembalap yang membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi.
Pergantian pemasok ban menjadi semakin penting karena motor MotoGP 2027 juga akan mengalami perubahan mendasar. Dengan kapasitas mesin yang lebih kecil serta pembatasan aerodinamika, karakter motor diperkirakan berbeda dibandingkan generasi 1.000 cc yang digunakan saat ini.
Marini menilai motor generasi baru kemungkinan memiliki performa yang sedikit lebih lambat. Namun, kondisi tersebut justru membuat kemampuan pembalap dalam memahami ban menjadi semakin penting. Pengelolaan grip, pengereman, akselerasi, dan cara menjaga temperatur ban dapat menjadi pembeda dalam persaingan.
“Menurut saya, ban akan berubah drastis; ban dan sensasi berkendara secara umum akan berubah drastis,” ujar Marini seperti dikutip dari GPOne. Ia menilai pembalap yang lebih cepat memahami karakter ban akan memiliki sedikit keunggulan pada awal era baru tersebut.
Marini bahkan secara khusus menyebut Nicolo Bulega sebagai salah satu rookie yang berpotensi langsung tampil kuat. Bulega memiliki keuntungan karena sudah menjalani pengujian motor dan ban dalam program persiapannya sebelum benar-benar masuk ke kelas MotoGP.
Pengalaman tersebut membuat Bulega dinilai memiliki pemahaman lebih baik mengenai karakter ban Pirelli dibandingkan sebagian pembalap lain yang baru naik kelas. Marini memperkirakan keunggulan itu dapat membantunya memberikan dampak sejak awal musim 2027.
Selain Bulega, Marini juga tidak mengesampingkan para pembalap yang promosi dari Moto2. Menurutnya, perubahan regulasi justru dapat menjadi momentum yang tepat bagi para pendatang baru untuk masuk ke MotoGP.
Sejumlah pembalap muda memang diproyeksikan mengisi grid MotoGP 2027. Dani Holgado telah dikonfirmasi bergabung dengan Gresini, sementara David Alonso juga dipastikan menuju Honda. Izan Guevara menjadi salah satu nama lain yang diproyeksikan naik ke kelas utama.
Situasi tersebut membuat musim 2027 berpotensi menghadirkan persaingan yang berbeda. Pembalap berpengalaman tidak otomatis memiliki keunggulan mutlak karena seluruh peserta harus beradaptasi dengan motor 850 cc dan ban Pirelli yang baru digunakan sebagai pemasok tunggal.
Bagi Marini sendiri, musim 2027 juga akan menjadi babak baru dalam kariernya. Ia telah dikonfirmasi bergabung dengan Red Bull KTM Tech3 mulai musim depan setelah meninggalkan Honda. Kepindahan tersebut akan membuat Marini menghadapi tantangan baru sekaligus memberikan pengalaman langsung mengembangkan motor dalam era regulasi baru.
Menariknya, Marini tidak hanya berbicara mengenai rookie dari Moto2. Ia juga melihat Bulega sebagai sosok yang memiliki modal berbeda karena telah mendapatkan pengalaman dengan motor dan ban yang akan menjadi bagian penting dalam persaingan MotoGP 2027.
Dengan perubahan regulasi yang begitu besar, kemampuan beradaptasi kemungkinan menjadi salah satu kunci utama. Pembalap yang mampu memahami karakter motor, ban, serta gaya pengereman dan akselerasi baru sejak awal berpeluang mencuri keuntungan dalam beberapa seri pertama.
Prediksi Marini sekaligus memperkuat pandangan Marquez bahwa rookie dapat menjadi kejutan besar pada musim 2027. Jika mereka mampu memanfaatkan pengalaman menggunakan Pirelli, bukan tidak mungkin para pendatang baru langsung bersaing dengan pembalap senior.
MotoGP 2027 pun berpotensi menjadi musim yang penuh kejutan. Perubahan mesin, aerodinamika, dan ban membuat semua pembalap harus memulai proses adaptasi. Dalam kondisi tersebut, pengalaman bukan satu-satunya modal penting karena kecepatan memahami teknologi baru bisa menjadi faktor yang menentukan siapa yang lebih cepat berada di depan.